Gado-gado dan karedok: Hidangan sayur tradisional sehat dan lezat

Makan Sehat


Negara kita memang kaya sekali akan keberagaman kuliner. Beberapa daerah bahkan memiliki hidangan sayur khas juga lho, seperti gado-gado dan karedok. Keduanya memang serupa tapi tak sama. Sama-sama enak, lezat dan khas Indonesia tentunya. Nah, kalau perbedaannya apa ya kira-kira?


Gado

Tidak ada yang tahu pasti asal-usul makanan popular yang satu ini, namun banyak yang bilang berasal dari daerah Betawi. Gado-gado, seperti namanya, adalah campuran berbagai macam sayuran. Sayuran yang biasanya digunakan adalah sayuran yang sudah direbus berupa kacang panjang, mentimun, wortel, selada, dan kentang. Hidangan ini disiram dengan saus kacang khas gado-gado. Sebagai penutupnya, seringkali ditambahkan telur rebus dan kerupuk di atasnya. Ketika dimakan sebagai makan siang, biasanya ditemani dengan lontong sebagai sumber karbohidratnya. Cukup sehat bukan?

Karedok

Kalau hidangan yang satu ini dikenal berasal dari daerah Sunda. Perbedaan paling mencolok dengan gado-gado adalah pada hidangan karedok sayurannya tidak direbus dahulu alias masih mentah. Beda lainnya adalah pada jenis sayuran yang biasanya digunakan, yaitu mentimun, taoge, kol, kacang panjang, daun kemangi dan terong. Sayuran tadi dipotong-potong agak kecil. Karedok juga ditutup dengan disiram dengan bumbu kacang yang agak mirip bumbu pecel. Kalau gado-gado dan lontong sangat lazim dijadikan menu makan besar, maka karedok biasanya menjadi hidangan sayur yang ditemani dengan nasi dan lauk lainnya seperti ikan bakar.

Sebenarnya masih ada beberapa makanan tradisional lainnya yang agak mirip dengan keduanya, seperti lotek, pecel, ketoprak dan lainnya. Rata-rata sehat dan lezat kan?