Ibu Sania dapat menjaga kebersihan dapur dengan membiasakan diri membersihkan permukaan meja setiap selesai memasak, mencuci alat masak dengan sabun dan air panas, membersihkan kompor dari sisa minyak, mencuci wadah makanan, mengepel lantai dua kali seminggu, serta membersihkan kulkas seminggu sekali agar dapur tetap higienis, makanan aman, keluarga tetap sehat.

Dapur adalah tempat semua makanan keluarga disiapkan, sehingga kebersihannya berpengaruh langsung pada kesehatan. Dapur yang bersih tidak hanya nyaman dipakai, tetapi juga terhindar dari risiko penyakit akibat kuman dan bakteri. Berikut kebiasaan-kebiasaan sederhana yang bisa Ibu Sania terapkan setiap hari.

Bersihkan Permukaan Dapur Secara Rutin

Meja dan countertop mudah menjadi tempat kuman dan bakteri berkembang jika sisa makanan dibiarkan. Setelah memasak atau menyiapkan bahan makanan, Ibu Sania sebaiknya langsung mengelap permukaan dengan kain bersih dan pembersih yang aman. Campuran cuka dan air bisa menjadi pilihan alami yang minim bahan kimia.

Usahakan membersihkannya minimal dua kali sehari, pagi dan sore. Jangan lupakan pegangan pintu dan sakelar lampu. Bagian ini sering disentuh, tetapi jarang dibersihkan, padahal bisa menjadi sarang kuman.

Jaga Kebersihan Alat Masak dan Peralatan Dapur

Pisau, talenan, dan spatula perlu dicuci teliti setiap selesai dipakai untuk mencegah kontaminasi silang antara bahan mentah dan makanan matang. Misalnya, talenan bekas memotong daging mentah harus dicuci bersih sebelum dipakai untuk sayuran atau makanan lain.

Ibu Sania juga bisa memilih peralatan berbahan stainless steel atau tembaga yang tidak mudah menyerap kuman. Jika memakai alat berbahan plastik atau kayu, beri perhatian ekstra pada kebersihannya. Cuci dengan sabun cuci piring dan air panas, lalu pastikan semuanya benar-benar kering, karena kelembapan membuat kuman mudah berkembang.

Bersihkan Kompor dan Peralatan Memasak Lainnya

Kompor termasuk peralatan yang paling sering terkena tumpahan minyak dan sisa makanan yang mengering. Karena itu, Ibu Sania sebaiknya membersihkannya setiap kali selesai memasak, terutama jika ada makanan yang tumpah atau meluber.

Gunakan pembersih khusus kompor atau campuran sabun dan air panas untuk mengangkat minyak. Minyak yang menumpuk lama bisa menjadi sumber kuman. Oven dan microwave juga perlu dibersihkan secara berkala, sebab sisa makanan yang menempel di dindingnya dapat menjadi tempat bakteri berkembang meski tampak bersih.

Jaga Kebersihan Wadah Penyimpanan Makanan

Wadah yang kotor bisa menjadi tempat bakteri berkembang, baik untuk bahan segar seperti sayur maupun makanan siap saji. Setelah dipakai, cuci wadah dengan air sabun hangat dan keringkan sepenuhnya sebelum digunakan kembali.

Pilih wadah dengan penutup rapat agar kuman dan debu tidak masuk. Wadah kaca layak dipertimbangkan karena tidak mudah tergores dan mudah dibersihkan. Jika Ibu Sania memilih plastik, pastikan berlabel bebas BPA (bisphenol-A) agar zat berbahaya tidak mencemari makanan.

Bersihkan Lantai Dapur

Lantai dapur sering terkena tumpahan minyak, makanan, dan cairan. Lantai yang kotor bisa menyebarkan kuman ke seluruh rumah, apalagi jika anak-anak sering bermain di sana.

Ibu Sania sebaiknya mengepel lantai dapur minimal dua kali seminggu dengan pembersih alami atau pembersih yang aman bagi keluarga. Lakukan lebih sering jika lantai sering terkena tumpahan. Periksa juga sudut-sudut lantai yang mudah terlewat, karena kotoran yang menumpuk di sana bisa menjadi tempat kuman berkembang.

Bersihkan Kulkas dan Freezer

Kulkas dan freezer menjaga makanan tetap segar dan awet, jadi kebersihannya ikut menentukan kualitas makanan yang disimpan. Biasakan membersihkan kulkas seminggu sekali, termasuk rak dan tempat penyimpanan di dalamnya.

Saat membersihkan, periksa apakah ada bahan makanan yang sudah kedaluwarsa atau busuk, lalu tata makanan dengan rapi agar tidak merusak makanan lain. Untuk freezer, pastikan tidak ada sisa makanan yang menimbulkan bau tidak sedap, dan simpan makanan beku dalam wadah tertutup agar kualitasnya terjaga.