Sebelum memasak, Ibu Sania perlu mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, membersihkan meja dan talenan, memastikan peralatan masak bersih, memisahkan bahan mentah dari makanan matang, serta menyimpan bahan makanan di kulkas dengan wadah tertutup. Langkah sederhana ini mencegah kontaminasi silang dan menjaga makanan keluarga tetap aman, higienis, dan sehat.
Halo, Ibu Sania! Hidangan yang lezat dimulai dari dapur yang bersih. Kuman dan bakteri yang tidak terlihat bisa berpindah ke makanan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Berikut langkah-langkah yang bisa Ibu Sania terapkan sebelum mulai memasak.
Cuci Tangan dengan Benar
Tangan adalah perantara utama perpindahan kuman ke makanan, jadi cuci tangan selalu menjadi langkah pertama. Gunakan sabun dan air mengalir, lalu gosok seluruh bagian tangan minimal 20 detik.
Ibu Sania juga perlu mencuci tangan setelah memegang daging mentah, ayam, atau sayuran yang belum dicuci. Lakukan hal yang sama setelah dari toilet atau menyentuh benda yang kotor.
Bersihkan Permukaan Dapur
Meja dapur, countertop, dan talenan mudah menjadi tempat kuman berkembang. Bersihkan semuanya sebelum menyiapkan bahan makanan, menggunakan pembersih dapur atau campuran air dan cuka. Singkirkan sisa makanan dan cairan yang tumpah, lalu keringkan permukaan sebelum dipakai.
Jangan lupakan area lain seperti kompor, bak cuci, dan lemari es. Pastikan tidak ada sisa makanan yang menempel di sana, supaya bahan yang Ibu Sania olah tidak tercemar.
Pastikan Peralatan Masak Bersih
Cuci pisau, sendok, wajan, dan panci dengan sabun dan air panas sebelum digunakan, dan periksa apakah masih ada sisa makanan yang menempel. Alat yang sulit dibersihkan, seperti blender atau pemotong sayur, sebaiknya dibersihkan dengan teliti setiap selesai dipakai.
Periksa juga kondisi peralatan. Pisau yang tumpul atau wajan yang tergores bisa menyimpan kuman dan berisiko mencederai Ibu Sania saat memasak.
Pisahkan Bahan Mentah dan Makanan Matang
Daging dan ikan mentah bisa membawa bakteri seperti Salmonella dan E. coli. Agar tidak berpindah ke makanan matang, gunakan talenan yang berbeda untuk bahan mentah dan makanan matang.
Cegah juga cairan dari bahan mentah menetes ke makanan yang sudah dimasak. Peralatan yang sudah menyentuh bahan mentah, seperti sendok atau pisau, jangan dipakai lagi untuk makanan matang sebelum dicuci. Dengan begitu, risiko kontaminasi silang yang bisa memicu gangguan pencernaan dapat ditekan.
Simpan Bahan Makanan dengan Tepat
Bahan yang mudah rusak, seperti sayuran, daging, dan produk susu, sebaiknya disimpan di kulkas pada suhu yang sesuai. Di dalam kulkas, pisahkan makanan mentah dari makanan matang, dan simpan dalam wadah kedap udara agar tetap higienis.
Periksa kulkas secara rutin. Buang bahan yang sudah kedaluwarsa atau busuk, dan bersihkan kulkas agar kuman tidak menyebar ke bahan lain.
Gunakan Minyak Goreng dengan Bijak
Pilih minyak goreng yang kualitasnya terjamin, dan hindari memakai minyak yang sama berulang kali untuk menggoreng. Simpan minyak di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung atau sumber panas, karena paparan tersebut bisa menurunkan kualitas dan keamanannya.
Dengan kebiasaan bersih ini, Ibu Sania bisa menyiapkan hidangan yang lezat sekaligus menjaga kesehatan keluarga.