Halo, Ibu Sania! Sahur sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama kalau masih mengantuk dan harus buru-buru menyiapkan makanan. Menata lemari dapur dengan rapi bisa jadi solusi agar persiapan sahur lebih praktis dan efisien.

Dengan susunan yang tepat, Ibu bisa menghemat waktu, menghindari kekacauan di dapur, dan memastikan semua bahan sahur mudah ditemukan. Yuk, simak tips berikut agar dapur Ibu semakin nyaman digunakan selama Ramadhan!


Kelompokkan Bahan Makanan Berdasarkan Kategori

Menata lemari dapur yang efektif dimulai dengan mengelompokkan bahan makanan sesuai kategori. Cara ini memudahkan pencarian dan mengurangi waktu yang terbuang saat sahur.

Pilih Kategori Sesuai Kebutuhan

Beberapa kategori utama yang bisa diterapkan:

  • Bahan Pokok: Beras, tepung, gula, garam

  • Sumber Protein Cepat: Telur, kornet, ikan kaleng, susu

  • Bumbu dan Rempah: Merica, bawang bubuk, ketumbar

  • Camilan Sehat: Kurma, kacang, granola

  • Minyak dan Saus: Minyak sawit, kecap, saus sambal

Gunakan Wadah Transparan

Simpan bahan-bahan dalam wadah transparan agar lebih mudah melihat isi dan stok yang tersisa.

Labeli Setiap Wadah

Menambahkan label pada wadah bisa membantu menghemat waktu, terutama saat sahur dalam keadaan masih mengantuk.


Simpan Bahan yang Sering Digunakan di Rak Terdepan

Saat sahur, Ibu pasti butuh bahan tertentu lebih sering daripada yang lain. Oleh karena itu, pastikan bahan utama berada di bagian paling depan dan mudah dijangkau.

Tempatkan Bahan Sahur di Area Mudah Diakses

  • Beras dan mie instan di rak tengah

  • Minyak sawit dan bumbu dasar di dekat kompor

  • Telur dan susu di bagian depan kulkas

  • Roti gandum dan selai di rak atas

Gunakan Rak Bertingkat atau Lazy Susan

Rak bertingkat bisa mengoptimalkan ruang dalam lemari dapur. Sedangkan Lazy Susan rak berputar memudahkan mengambil bumbu tanpa harus menggeser barang lain.


Buat Area Khusus untuk Peralatan Masak Sahur

Agar lebih efisien, sediakan area khusus untuk peralatan masak yang sering dipakai saat sahur seperti wajan kecil, panci, dan spatula.

Simpan Peralatan Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

  • Sering Dipakai: Wajan anti lengket, panci kecil, sendok sayur

  • Jarang Dipakai: Blender, oven, peralatan baking

Gunakan Gantungan atau Organizer di Pintu Lemari

Rak gantung di dalam pintu lemari bisa dimanfaatkan untuk menyimpan tutup panci, talenan, atau saringan kecil agar tidak berantakan.


Pastikan Minyak Goreng dan Bumbu Mudah Dijangkau

Minyak goreng sawit sangat penting untuk memasak sahur karena stabil pada suhu tinggi dan membuat masakan lebih gurih. Pastikan minyak dan bumbu favorit tersedia di dapur.

Tempatkan Minyak dan Bumbu di Dekat Kompor

Bumbu dan minyak yang sering dipakai sebaiknya disimpan di rak atau wadah kecil di dekat kompor agar lebih praktis saat memasak.

Gunakan Botol Kecil untuk Minyak dan Kecap

Menuangkan minyak sawit dari kemasan besar bisa merepotkan saat sahur. Gunakan botol kecil agar lebih mudah dan tidak tumpah.


Buat Jadwal Pengecekan Stok secara Berkala

Tak jarang, saat sahur, kita baru sadar kalau bahan makanan habis. Untuk menghindari hal ini, lakukan pengecekan stok secara berkala.

Gunakan Sistem FIFO (First In, First Out)

Susun bahan makanan dengan sistem FIFO, yaitu gunakan bahan yang lebih lama disimpan terlebih dahulu agar tidak ada yang kedaluwarsa.

Catat Stok dengan Sticky Notes atau Aplikasi

  • Tempelkan catatan kecil di lemari untuk daftar bahan yang mulai menipis.

  • Gunakan aplikasi catatan di ponsel untuk memudahkan belanja saat keluar rumah.


Kesimpulan

Menata lemari dapur dengan baik bisa membuat persiapan sahur lebih praktis dan nyaman. Dengan mengelompokkan bahan makanan, menata peralatan masak, serta menyusun minyak dan bumbu dengan rapi, Ibu Sania bisa menghemat banyak waktu setiap pagi. Baca juga Panduan Menata Meja Makan agar Terlihat Menarik untuk Keluarga, membuat momen makan bersama keluarga lebih berkesan.

Selamat mencoba, Ibu Sania! Semoga sahur di bulan Ramadhan ini lebih lancar dan menyenangkan dengan dapur yang tertata rapi.