Halo, Ibu Sania!
Buka puasa kurang lengkap rasanya tanpa gorengan yang renyah dan gurih, bukan? Saat adzan maghrib berkumandang, menyantap gorengan hangat bersama teh manis menjadi momen yang dinanti-nanti. Tapi, pernahkah Ibu Sania merasa gorengan yang dibuat di rumah malah berminyak, cepat lembek, atau bahkan terlalu keras?
Nah, jangan khawatir! Dengan teknik deep frying yang tepat, gorengan bisa tetap krispi, matang sempurna, dan tidak menyerap terlalu banyak minyak. Yuk, simak rahasia memasak gorengan yang sempurna untuk berbuka puasa!
Pilih Minyak Goreng yang Tepat
Minyak goreng memegang peranan penting dalam deep frying. Jika minyak yang digunakan salah, hasil gorengan bisa kurang maksimal. Untuk mendapatkan tekstur renyah yang tahan lama, gunakan minyak goreng sawit.
Minyak sawit memiliki titik asap tinggi, yang berarti minyak ini lebih stabil saat dipanaskan dan tidak cepat rusak. Selain itu, minyak sawit kaya akan beta-karoten dan vitamin E, yang membantu menjaga kestabilan minyak saat digunakan berulang kali.
Pastikan minyak yang digunakan dalam kondisi bersih, bening, dan tidak berbau tengik. Jika minyak sudah berubah warna menjadi kecoklatan atau mengeluarkan aroma yang kurang sedap, sebaiknya ganti dengan minyak baru agar gorengan tetap enak dan sehat.
Gunakan Teknik Pemanasan Minyak yang Benar
Salah satu kunci deep frying yang sukses adalah memanaskan minyak dengan suhu yang tepat. Jika minyak terlalu dingin, gorengan akan menyerap terlalu banyak minyak dan menjadi lembek. Sebaliknya, jika minyak terlalu panas, bagian luar bisa cepat gosong sementara bagian dalam masih mentah.
Berikut cara memastikan suhu minyak yang ideal:
Gunakan termometer dapur dan panaskan minyak hingga 170-180°C.
Jika tidak punya termometer, uji suhu minyak dengan sumpit kayu atau sendok kayu. Jika muncul gelembung kecil di sekitar sumpit saat dimasukkan, berarti minyak sudah siap.
Hindari memanaskan minyak terlalu lama tanpa makanan, karena bisa membuat minyak cepat rusak.
Minyak dengan suhu stabil akan menghasilkan gorengan yang matang merata, garing di luar, dan tetap lembut di dalam.
Pastikan Makanan Kering Sebelum Digoreng
Ibu Sania pasti pernah mengalami kejadian minyak meletup-letup saat menggoreng, bukan? Salah satu penyebabnya adalah kandungan air pada bahan makanan.
Agar minyak tidak meletup dan gorengan tetap renyah, lakukan hal berikut:
Pastikan bahan makanan benar-benar kering sebelum dimasukkan ke dalam minyak.
Lap dengan tisu dapur atau diamkan beberapa menit di suhu ruang sebelum digoreng.
Gunakan tepung kering atau adonan yang tidak terlalu encer agar hasilnya lebih krispi.
Jika menggunakan bahan yang dibekukan, seperti nugget atau ayam frozen, cairkan terlebih dahulu sebelum digoreng. Gorengan yang bebas air akan lebih cepat matang dan menghasilkan tekstur renyah yang lebih tahan lama.
Goreng dalam Jumlah yang Tepat
Pernah merasa gorengan yang dimasak di rumah tidak serenyah seperti di restoran? Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak makanan ke dalam minyak sekaligus.
Jika terlalu banyak bahan yang digoreng dalam satu waktu, suhu minyak akan turun drastis dan menyebabkan makanan menyerap lebih banyak minyak. Akibatnya, gorengan menjadi berminyak dan kurang krispi.
Agar hasil gorengan sempurna:
Goreng dalam jumlah sedikit setiap kali memasak agar suhu minyak tetap stabil.
Gunakan wajan atau panci yang cukup dalam agar minyak bisa merendam seluruh bagian makanan.
Aduk perlahan agar gorengan matang merata dan tidak menempel satu sama lain.
Dengan teknik ini, gorengan akan lebih krispi dan matang sempurna di semua sisi.
Tiriskan Minyak dengan Benar
Setelah gorengan matang, proses selanjutnya juga sangat penting agar makanan tetap renyah dan tidak berminyak. Jika langsung ditumpuk dalam wadah tertutup, uap panas dari gorengan akan membuatnya cepat lembek.
Berikut cara yang benar untuk meniriskan minyak dari gorengan:
Gunakan saringan kawat atau rak pendingin, bukan tisu dapur, agar minyak bisa menetes dengan sempurna.
Tiriskan gorengan secara berdiri, bukan ditumpuk, agar tidak menyerap minyak yang sudah keluar.
Hindari menutup gorengan dengan plastik atau kertas saat masih panas, karena akan membuat uap air terperangkap dan merusak kerenyahannya.
Dengan cara ini, gorengan akan tetap kering, tidak berminyak, dan enak dimakan saat berbuka puasa.
Gorengan Krispi, Buka Puasa Jadi Lebih Nikmat!
Teknik deep frying yang benar akan menghasilkan gorengan yang lebih renyah, tidak berminyak, dan lezat saat disantap. Dengan memilih minyak goreng yang tepat, memastikan suhu minyak ideal, serta meniriskan minyak dengan benar, Ibu Sania bisa membuat gorengan yang lebih sehat dan tahan lama. Baca juga Cara Menyimpan Minyak Goreng Agar Tahan Lama dan Aman.
Jadi, sudah siap mencoba teknik deep frying ini di rumah? Selamat memasak dan selamat berbuka puasa dengan gorengan krispi yang menggugah selera!