Gorengan sehat tanpa minyak berlebih bisa dibuat dengan memilih minyak stabil seperti minyak sawit, menjaga suhu minyak 170-180°C, memakai air fryer atau wajan anti lengket, lalu meniriskan gorengan di kertas penyerap minyak. Pilih juga bahan bergizi seperti tahu, tempe, dan sayuran agar gorengan di rumah tetap renyah dan lebih ringan.
Mengapa Minyak Berlebih Dapat Merugikan Kesehatan?
Saat menggoreng, sebagian minyak terserap ke dalam makanan. Semakin banyak minyak yang terserap, semakin tinggi pula kandungan lemak pada gorengan. Dampaknya bagi kesehatan antara lain:
- Meningkatkan kolesterol: Lemak berlebih dapat menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang berisiko memicu penyakit jantung.
- Memicu obesitas: Makanan tinggi lemak berkontribusi pada kenaikan berat badan.
- Mengganggu pencernaan: Lemak yang terlalu banyak memperlambat pencernaan dan dapat menyebabkan perut kembung.
Karena itu, Ibu Sania perlu menerapkan teknik menggoreng yang mengurangi minyak tanpa mengorbankan rasa.
Minyak Apa yang Sehat untuk Menggoreng?
Pemilihan minyak sangat memengaruhi kualitas gorengan. Pilih minyak yang stabil pada suhu tinggi dan rendah lemak jenuh. Beberapa pilihannya:
- Minyak sawit: Titik asapnya tinggi dan stabil pada suhu tinggi, mengandung vitamin E dan antioksidan, serta harganya lebih terjangkau.
- Minyak zaitun: Harganya lebih mahal, tetapi mengandung lemak sehat yang baik untuk jantung.
- Minyak alpukat: Kaya lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan tubuh.
Bagaimana Cara Mengurangi Minyak pada Gorengan?
Teknik memasak yang tepat adalah kunci utama gorengan yang tidak berminyak. Berikut empat caranya.
1. Gunakan Air Fryer atau Deep Fryer
Air fryer memungkinkan Ibu Sania menggoreng dengan sedikit minyak, bahkan tanpa minyak, tetapi hasilnya tetap renyah. Jika memakai deep fryer, jaga suhu minyak stabil di kisaran 170-180°C agar makanan cepat matang dan tidak menyerap terlalu banyak minyak.
2. Atur Suhu Minyak dengan Tepat
Masukkan bahan ke dalam minyak yang sudah panas, tetapi tidak berlebihan. Minyak yang terlalu panas membuat bagian luar cepat cokelat sementara bagian dalam masih mentah. Minyak yang kurang panas justru membuat makanan menyerap banyak minyak. Suhu yang pas membuat gorengan matang merata dan tidak berminyak.
3. Gunakan Wajan Anti Lengket
Wajan anti lengket membutuhkan minyak jauh lebih sedikit. Makanan tetap matang dan renyah tanpa harus terendam minyak.
4. Tiriskan Gorengan dengan Benar
Setelah diangkat, letakkan gorengan di atas tisu atau kertas penyerap minyak agar minyak berlebih terserap.
Ide Kreasi Gorengan Sehat untuk Dicoba di Rumah
Setelah memahami pilihan minyak dan teknik menggoreng, Ibu Sania bisa mencoba beberapa resep gorengan sehat berikut untuk sarapan atau camilan keluarga.
1. Tahu Tempe Goreng Renyah
Tahu dan tempe adalah camilan sehat dan bergizi. Potong kecil-kecil, lalu goreng dengan sedikit minyak. Agar lebih renyah, lapisi dulu dengan tepung jagung atau tepung beras.
2. Sayur Goreng Tepung
Wortel, brokoli, atau bayam bisa digoreng dengan balutan adonan tepung. Hasilnya renyah dan lezat, tetapi tetap bergizi.
3. Bakwan Jagung
Jagung manis kaya serat dan vitamin. Gunakan tepung gandum atau tepung jagung agar bakwan lebih sehat.
Manfaat Gorengan Sehat untuk Keluarga
Gorengan yang dimasak dengan cara tepat tidak hanya enak, tetapi juga bermanfaat bagi keluarga, terutama anak-anak:
- Menambah asupan serat: Bahan seperti sayuran, tempe, dan tahu membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak.
- Mendukung kesehatan jantung: Minyak dengan kandungan lemak sehat, seperti minyak zaitun atau minyak sawit, dapat mendukung kesehatan jantung bila digunakan secukupnya.
- Menjaga pencernaan: Mengurangi minyak berlebih membantu pencernaan anak tetap lancar.
Dengan memasak gorengan sehat, Ibu Sania juga memberi contoh baik kepada anak tentang pentingnya pola makan yang bergizi.