Halo, Ibu Sania!

Bulan Ramadhan sudah tiba! Selain mempersiapkan menu sahur dan berbuka, Ibu Sania pasti ingin memastikan buah dan sayur tetap segar sepanjang bulan, bukan? Apalagi saat puasa, tubuh sangat membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dari makanan sehat.

Tapi, sering kali buah dan sayur cepat layu atau busuk jika tidak disimpan dengan benar. Nah, agar Ibu Sania tidak boros karena harus sering belanja ulang, yuk simak tips memilih dan menyimpan buah serta sayur dengan tepat!


Memilih Buah dan Sayur yang Segar untuk Ramadhan

Sebelum menyimpannya, tentu kita harus memilih buah dan sayur yang segar dan berkualitas baik. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Pilih Buah dengan Warna Cerah dan Kulit Kencang

Buah yang segar umumnya memiliki warna cerah dan kulit yang masih kencang. Hindari buah dengan kulit keriput, memar, atau bercak kecokelatan karena ini tanda buah sudah tidak segar lagi.

2. Perhatikan Aroma Buah

Buah matang biasanya mengeluarkan aroma yang khas dan segar. Contohnya, mangga yang matang memiliki wangi manis alami, sedangkan semangka segar memiliki aroma yang sedikit manis di bagian batangnya.

3. Pastikan Sayuran Berdaun Tidak Layu

Untuk sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, dan selada, pilih yang daunnya masih segar, tidak menguning, dan tidak lembek. Jika batangnya masih terasa renyah saat ditekan, itu pertanda sayuran masih dalam kondisi prima.

4. Pilih Sayuran dengan Tekstur Keras

Sayuran seperti wortel, kentang, dan brokoli sebaiknya dipilih yang masih keras dan tidak berlendir. Hindari sayuran dengan bercak hitam atau tekstur yang terlalu lunak karena itu menandakan sudah mulai busuk.


Cara Menyimpan Buah agar Tetap Segar Lebih Lama

Setelah memilih buah yang segar, langkah selanjutnya adalah menyimpannya dengan benar agar tetap tahan lama selama bulan Ramadhan. Berikut beberapa cara menyimpan buah sesuai jenisnya:

1. Simpan Buah Tropis di Suhu Ruang

Buah seperti pisang, mangga, dan pepaya lebih baik disimpan di suhu ruang agar tidak kehilangan rasa manisnya. Jika sudah matang, baru bisa dimasukkan ke dalam kulkas untuk memperpanjang kesegarannya.

2. Gunakan Kertas untuk Membungkus Buah yang Mudah Busuk

Buah seperti alpukat dan pir mudah matang lebih cepat jika dibiarkan terbuka. Bungkus dengan kertas atau simpan dalam kantong kertas agar proses pematangannya lebih terkendali.

3. Pisahkan Buah yang Mengeluarkan Gas Etilen

Beberapa buah seperti apel, pisang, dan tomat mengeluarkan gas etilen yang dapat mempercepat kematangan buah lain. Sebaiknya pisahkan buah-buahan ini dari yang lain agar tidak cepat membusuk.

4. Simpan Buah Beri dalam Wadah Tertutup

Buah beri seperti stroberi dan blueberry mudah berjamur jika terkena kelembapan. Simpan dalam wadah tertutup yang dilapisi tisu kering untuk menyerap kelembapan berlebih.


Cara Menyimpan Sayur agar Tidak Cepat Layu

Sayuran biasanya lebih cepat layu dibandingkan buah. Oleh karena itu, ada beberapa cara agar sayuran tetap segar lebih lama selama bulan Ramadhan:

1. Jangan Cuci Sayuran Sebelum Disimpan

Meskipun sayuran harus dicuci sebelum dimasak, sebaiknya jangan mencucinya sebelum disimpan. Kelembapan dari air dapat mempercepat pembusukan. Cuci sayuran hanya saat akan digunakan.

2. Gunakan Kertas atau Tisu untuk Menyerap Kelembapan

Sayuran seperti bayam dan selada mudah layu jika terlalu lembap. Simpan dalam wadah tertutup dan alasi dengan tisu atau kertas untuk menyerap kelembapan agar lebih tahan lama.

3. Simpan Wortel, Lobak, dan Kentang dalam Wadah Terpisah

Wortel dan lobak lebih baik disimpan di dalam wadah plastik atau kertas di dalam kulkas. Sedangkan kentang sebaiknya disimpan di tempat kering dan gelap, bukan di dalam kulkas, agar tidak cepat mengeriput.

4. Simpan Cabai dengan Cara Kering

Cabai sering kali cepat membusuk jika dibiarkan begitu saja. Simpan cabai di dalam wadah terbuka yang dilapisi tisu kering atau masukkan ke dalam freezer agar lebih tahan lama.


Tips Menjaga Nutrisi Buah dan Sayur saat Disimpan

Selain memperhatikan cara penyimpanan, Ibu Sania juga perlu menjaga kandungan nutrisi dalam buah dan sayur agar tetap maksimal saat dikonsumsi.

  • Jangan menyimpan sayur terlalu lama di dalam kulkas, karena semakin lama disimpan, semakin berkurang kandungan nutrisinya.

  • Potong buah dan sayur hanya saat akan dikonsumsi agar tidak kehilangan vitamin akibat paparan udara.

  • Gunakan wadah kaca untuk menyimpan potongan buah di kulkas agar tetap segar lebih lama.

  • Hindari menyimpan buah dan sayur dalam wadah yang terlalu rapat, karena kurangnya sirkulasi udara bisa membuatnya lebih cepat layu atau busuk.


Kesimpulan

Menyimpan buah dan sayur selama bulan Ramadhan memang butuh perhatian khusus agar tidak cepat rusak dan tetap bernutrisi. Dengan memilih buah serta sayur yang segar, menyimpannya dengan metode yang benar, dan menjaga kandungan nutrisinya, Ibu Sania bisa menikmati makanan sehat sepanjang bulan puasa. Baca juga Tips Menyimpan Buah, Sayur, dan Telur di dalam Kulkas, dengan trik yang tepat, Ibu Sania tidak hanya menghemat bahan makanan, tapi juga menjaga nilai gizinya.

Jadi, yuk mulai terapkan cara menyimpan yang tepat agar tidak ada bahan makanan yang terbuang sia-sia! Semoga tips ini membantu ya, Ibu Sania!