Halo, Ibu Sania! Bagaimana kabarnya hari ini? Lagi sibuk di dapur, ya? Kalau bicara soal memasak, minyak goreng pasti jadi bahan utama yang selalu ada di dapur. Tapi tahukah Ibu Sania, memilih minyak goreng yang tepat bisa membuat masakan lebih sehat dan tetap lezat?

Minyak goreng bukan sekadar bahan memasak biasa. Pemilihan minyak yang tepat bisa meningkatkan kualitas masakan, menjaga kesehatan, dan membuat makanan lebih renyah tanpa menyerap terlalu banyak minyak. Nah, agar tidak salah pilih, yuk simak beberapa tips berikut!


Pilih Minyak Goreng yang Stabil pada Suhu Tinggi

Ketika memasak, minyak goreng akan dipanaskan hingga suhu tinggi. Jika minyak tidak stabil, nutrisinya bisa rusak dan menghasilkan zat berbahaya. Oleh karena itu, penting memilih minyak yang memiliki titik asap tinggi.

Minyak dengan titik asap tinggi akan tetap stabil saat dipanaskan, sehingga tidak mudah terurai dan menghasilkan radikal bebas. Beberapa contoh minyak goreng dengan titik asap tinggi yang cocok untuk menggoreng antara lain:

  • Minyak sawit, yang stabil dan membuat makanan lebih renyah tanpa menyerap banyak minyak.

  • Minyak kelapa, memiliki aroma khas dan cocok untuk menggoreng maupun menumis.

  • Minyak kanola, memiliki lemak tak jenuh tinggi dan stabil untuk suhu panas.

Pastikan memilih minyak yang tidak mudah berubah warna atau mengeluarkan asap berlebihan saat dipanaskan.


Gunakan Minyak yang Mengandung Lemak Sehat

Minyak goreng mengandung berbagai jenis lemak, dan tidak semua lemak buruk untuk kesehatan. Justru, ada lemak sehat yang baik untuk tubuh dan bisa membantu menjaga keseimbangan kolesterol.

Minyak dengan kandungan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda lebih direkomendasikan karena lebih baik bagi kesehatan jantung. Berikut beberapa minyak yang kaya akan lemak sehat:

  • Minyak zaitun, kaya antioksidan dan baik untuk menumis makanan.

  • Minyak alpukat, memiliki lemak baik yang membantu menjaga kadar kolesterol.

  • Minyak sawit merah, mengandung beta-karoten dan vitamin E yang baik untuk tubuh.

Minyak dengan kandungan lemak sehat ini bisa menjadi pilihan tepat untuk memasak sehari-hari.


Pastikan Minyak Tidak Mengandung Lemak Trans Berbahaya

Ibu Sania, pernah dengar tentang lemak trans? Lemak ini bisa terbentuk akibat pemanasan minyak berulang kali atau dalam minyak yang telah melalui proses hidrogenasi.

Lemak trans berbahaya karena bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan peradangan dalam tubuh. Agar lebih aman, pastikan memilih minyak yang minim pemrosesan dan tidak digunakan berulang kali.

Ciri minyak yang sudah mengandung lemak trans antara lain:

  • Warnanya terlalu gelap, terutama setelah beberapa kali dipakai.

  • Berbau tengik, yang menandakan minyak sudah rusak.

  • Meninggalkan banyak kerak pada makanan, tanda bahwa minyak sudah tidak layak digunakan.

Untuk menghindari risiko ini, pastikan tidak menggunakan minyak secara berulang kali dan pilih minyak dengan kualitas baik.


Pilih Minyak yang Tidak Menyerap Banyak ke Makanan

Minyak goreng yang baik tidak akan membuat makanan terlalu berminyak. Jika makanan terasa terlalu berminyak setelah digoreng, bisa jadi minyak yang digunakan kurang stabil atau tidak memiliki kualitas yang baik.

Beberapa cara memilih minyak yang tidak terlalu menyerap ke dalam makanan:

  • Gunakan minyak sawit, karena memiliki kestabilan tinggi dan membuat makanan lebih renyah tanpa menyerap banyak minyak.

  • Pastikan minyak cukup panas sebelum menggoreng, agar makanan cepat matang dan tidak terlalu menyerap minyak.

  • Gunakan teknik deep frying, yang memungkinkan makanan matang lebih merata dan tidak menyerap minyak berlebihan.

Dengan memilih minyak yang tepat, makanan akan tetap lezat tanpa terasa berminyak.


Perhatikan Kandungan Tambahan dalam Minyak Goreng

Tidak semua minyak goreng murni tanpa tambahan zat lain. Beberapa minyak di pasaran mengandung pengawet, pewarna, atau zat tambahan lainnya yang bisa berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Agar lebih aman, pilih minyak yang memiliki ciri berikut:

  • Warna jernih dan tidak terlalu pekat.

  • Tidak memiliki bau menyengat atau tengik.

  • Tidak berbusa saat dipanaskan.

Jika memungkinkan, pilih minyak goreng yang mencantumkan label non-hidrogenasi dan bebas dari bahan tambahan berbahaya.


Kesimpulan

Memilih minyak goreng yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas masakan dan kesehatan keluarga. Gunakan minyak yang stabil pada suhu tinggi, kaya lemak sehat, bebas lemak trans, tidak menyerap banyak ke makanan, dan bebas bahan tambahan berbahaya. Cek juga kumpulan resep khas Sania, mulai dari hidangan Nusantara hingga Mancanegara pas untuk Puasa dan Lebaran.

Dengan pemilihan minyak yang baik, masakan akan terasa lebih lezat, sehat, dan aman dikonsumsi setiap hari. Jadi, mulai sekarang, yuk lebih selektif dalam memilih minyak goreng!

Selamat memasak, Ibu Sania!