Ibu Sania bisa menghilangkan aroma khas bahan makanan secara alami dengan bahan dapur sederhana. Lumuri ikan dengan jeruk nipis atau rendam dalam susu, bungkus daging kambing dengan daun pepaya, gosok talenan berbau bawang dengan garam kasar, dan cuci wadah amis memakai baking soda serta cuka. Cara ini mudah dan murah.
Selesai memasak, dapur sering masih beraroma menyengat, entah bau amis ikan, prengus kambing, atau bawang putih yang menempel di talenan. Ibu Sania tidak sendirian. Berikut trik-trik alami yang bisa langsung dicoba di rumah.
Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan?
Ikan adalah pilihan menu sehat, tetapi bau amisnya bisa mengurangi selera makan. Ada dua cara alami yang bisa Ibu Sania coba.
Air perasan jeruk nipis atau lemon. Cuci ikan di bawah air mengalir, lalu lumuri dengan perasan jeruk nipis atau lemon. Diamkan 10-15 menit, kemudian bilas kembali. Asam pada jeruk nipis membantu meredam bau amis dan membuat ikan terasa lebih segar.
Susu segar. Rendam ikan dalam susu segar selama sekitar 30 menit. Susu membantu mengikat protein penyebab bau amis, sehingga ikan lebih segar dan tidak berbau.
Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing?
Bau prengus sering membuat daging kambing kurang disukai. Dua cara ini bisa membantu Ibu Sania.
Daun pepaya. Enzim alami dalam daun pepaya membantu mengurangi bau prengus sekaligus mengempukkan daging. Bungkus daging kambing dengan daun pepaya dan diamkan 30-60 menit sebelum dimasak.
Air garam dan cuka. Rendam daging dalam campuran air garam dan sedikit cuka selama 20-30 menit. Bilas dengan air bersih sebelum daging dimasak.
Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Bawang pada Talenan dan Pisau?
Bawang merah dan bawang putih hampir selalu ada di dapur Ibu Sania, tetapi aromanya mudah tertinggal di talenan dan pisau.
Garam kasar. Taburkan garam kasar di permukaan talenan atau pisau, lalu gosok dengan spons basah. Butiran garam membantu mengangkat sisa aroma bawang.
Air lemon. Tuangkan sedikit air perasan lemon ke talenan, gosok perlahan, lalu bilas dengan air bersih.
Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Amis pada Wadah dan Piring?
Setelah menyajikan ikan atau seafood, bau amis sering menempel di wadah dan piring. Ibu Sania bisa mengatasinya dengan dua bahan berikut.
Pasta baking soda. Campur baking soda dengan sedikit air hingga menjadi pasta. Gosokkan pada wadah atau piring, lalu bilas sampai bersih. Baking soda menyerap bau tak sedap dengan baik.
Cuka pada air bilasan. Tambahkan cuka ke air bilasan terakhir. Selain membantu menghilangkan sisa bau amis, cuka membuat wadah tampak lebih mengilap.
Bagaimana Cara Mengurangi Bau Jengkol dan Petai?
Jengkol dan petai lezat, tetapi aromanya kuat dan bisa memenuhi dapur. Ibu Sania bisa mencoba dua cara ini.
Rebus dengan daun salam dan serai. Masukkan daun salam dan serai ke dalam air rebusan. Aroma khasnya berkurang tanpa menghilangkan rasa jengkol atau petai.
Rendam dalam air kapur sirih. Sebelum dimasak, rendam jengkol atau petai dalam air kapur sirih selama 30 menit. Cara ini mengurangi aroma tajam sekaligus menjaga tekstur tetap empuk.
Bagaimana Menjaga Dapur Tetap Segar?
Selain membersihkan bahan makanan, ruangan dapur juga perlu dijaga agar tetap segar. Ibu Sania bisa menerapkan dua tips ini.
Arang aktif atau bubuk kopi. Letakkan di sudut dapur. Keduanya menyerap bau tak sedap sehingga udara dapur tetap nyaman.
Semprotan air mawar atau essential oil. Campurkan air mawar atau beberapa tetes essential oil favorit ke dalam air, lalu gunakan sebagai semprotan ruangan. Aroma segar langsung menyebar ke seluruh dapur.
Selamat mencoba, Ibu Sania!