Agar daging ayam bersih dan aman, Ibu Sania perlu mencuci tangan dan peralatan dapur terlebih dahulu, lalu membilas ayam di bawah air mengalir perlahan untuk menghilangkan darah dan kotoran. Buang sisa lemak atau bulu, keringkan dengan tisu dapur, dan masak hingga matang sempurna agar bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter mati.
Ayam hampir selalu ada di dapur, tetapi cara menanganinya sebelum dimasak sering diabaikan. Padahal, kebersihan ayam memengaruhi rasa hidangan sekaligus kesehatan keluarga. Yuk, Ibu Sania simak langkah-langkahnya di bawah ini.
Mengapa Daging Ayam Perlu Dibersihkan Sebelum Dimasak?
Ayam yang dijual di pasar atau supermarket belum tentu benar-benar siap masak. Permukaannya masih bisa terkena darah, sisa lemak, bahkan bulu halus dari proses pemotongan.
Daging ayam mentah juga dapat membawa bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter. Jika tidak ditangani dengan benar, bakteri ini bisa menyebabkan keracunan makanan. Karena itu, Ibu Sania perlu menangani ayam dengan hati-hati sejak sebelum dimasak.
Persiapan: Cuci Tangan dan Siapkan Peralatan Dapur
Sebelum menyentuh ayam, Ibu Sania sebaiknya menyiapkan hal-hal berikut:
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.
- Pastikan pisau, talenan, dan wastafel dalam keadaan bersih.
- Sediakan talenan khusus untuk bahan mentah agar tidak tercampur dengan sayur atau makanan siap santap.
Setelah selesai, bersihkan permukaan meja dengan sabun dan air, lalu keringkan dengan tisu atau kain bersih. Cuci tangan sekali lagi setelah selesai menangani ayam.
Cara Membersihkan Daging Ayam dengan Benar
Ikuti langkah berikut agar ayam bersih tanpa menyebarkan kuman ke area dapur.
1. Bilas Ayam di Bawah Air Mengalir
Bilas ayam di bawah air mengalir dengan aliran kecil untuk mengangkat darah dan kotoran di permukaannya. Gunakan air dingin atau suhu ruang. Air panas dapat membuat permukaan daging setengah matang sehingga teksturnya berubah. Dekatkan ayam ke dasar wastafel agar percikan air tidak menyebar ke sekitar.
2. Bersihkan Sisa Lemak, Bulu, dan Bagian yang Tidak Perlu
Gunakan pisau bersih untuk membuang kelebihan lemak, sisa bulu halus, dan bagian yang terlihat kotor. Periksa juga bagian sayap, punggung, dan rongga dalam jika Ibu Sania membeli ayam utuh. Jika ayam dibeli lengkap dengan kepala dan kaki, bersihkan kedua bagian tersebut dengan saksama.
3. Bilas Sekali Lagi
Setelah bagian yang tidak perlu dibuang, bilas ayam sekali lagi agar sisa darah benar-benar hilang. Tidak perlu membilas terlalu lama, cukup sampai air terlihat bening.
4. Bersihkan Wastafel dan Area Sekitar
Percikan air dari ayam mentah bisa membawa bakteri. Cuci wastafel dan permukaan di sekitarnya dengan sabun, lalu keringkan sebelum digunakan untuk keperluan lain.
Perlukah Merendam Ayam dengan Cuka atau Jeruk Nipis?
Banyak orang menggunakan cuka atau air jeruk nipis untuk mengurangi bau amis. Cara ini tidak wajib jika ayam sudah dibilas dengan benar, dan tidak bisa menggantikan proses memasak hingga matang untuk membunuh bakteri.
Namun, jika Ibu Sania ingin mencobanya, rendam ayam dalam air yang dicampur sedikit cuka atau jeruk nipis selama beberapa menit. Setelah itu, bilas hingga bersih. Bau amis akan berkurang dan ayam terasa lebih segar.
Cara Mengeringkan Ayam Setelah Dibersihkan
Keringkan ayam dengan tisu dapur sebelum dimasak. Ayam yang terlalu basah membuat bumbu dan marinasi sulit meresap. Selain itu, sisa air di permukaan ayam bisa membuat minyak memercik saat digoreng. Buang tisu bekas pakai langsung ke tempat sampah, lalu cuci tangan kembali.
Ciri-Ciri Ayam Segar yang Layak Dibersihkan
Hasil yang baik dimulai dari ayam yang berkualitas. Ibu Sania bisa memperhatikan ciri-ciri ayam segar berikut:
- Tekstur daging kenyal dan tidak berlendir.
- Tidak berbau busuk atau menyengat.
- Warna kulit dan daging cerah, tanpa bercak atau kerusakan.
Belilah ayam dari pasar atau supermarket terpercaya, dan jika memungkinkan pilih ayam yang baru dipotong karena rasanya lebih segar.
Pentingnya Memasak Ayam Hingga Matang Sempurna
Membilas dan membersihkan ayam hanya mengurangi kotoran di permukaan, bukan menghilangkan semua bakteri. Cara paling efektif untuk mematikan Salmonella dan Campylobacter adalah memasak ayam hingga matang sempurna, dengan suhu bagian dalam daging mencapai sekitar 74°C. Daging yang sudah matang biasanya tidak lagi berwarna merah muda dan cairannya bening.
Dengan langkah yang tepat dan kebersihan dapur yang terjaga, Ibu Sania bisa menyajikan hidangan ayam yang lezat dan aman untuk keluarga.